Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar atau Sembelit

Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar atau Sembelit – Sembelit termasuk kedalam ganguan dalam pencernaan. Dalam ilmu kedokteran sembelit atau susah buang air besar (BAB) disebut sebagai konstipasi.

Tidak sedikit orang menyepelekan masalah ini, pasalnya sembeli termasuk kedalam ganguan atau penyakit pencernaan. Dikatakan sembeli atau konstipasi apabila tidak melakukan BAB dalam kurun waktu 3 minggu. Selain itu, bisa juga karena kotoran mengeras sehingga sulit untuk dikeluarkan.

Susah air besar banyak diakibatkan oleh asupan yang dikonsumsi selama sehari – hari. Penyebab Susah Buang Air Besar biasanya dikarenakan asupan cairan yang kurang. Sehingga, kotoran yang dikeluarkan akan mengeras atau bahkan akan terasa tidak ingin melakukan buang air besar. Susah buang air besar (BAB) atau yang sering disebut dengan sembelit merupakan kondisi dimana tidak melakukan BAB kurang lebih 3 minggu atau kotoran keras dan susah untuk dikeluarkan.

Jika dibandingkan dengan penyakit yang lain, Konstipasi bukanlah penyakit yang berbaha. Namun, Susan BAB bisa dijadikan acuan terhadap penyakit – penyakit kronis yang muncul akibat gejala dari sembelit.

Menurut dr. Ari ada beberapa tanda yang harus diwaspadai antara lain ditemukan darah dalam tinja, berat badan turun lebih dari 5 kg, mengalami demam kronik, mual dan muntah, serta makin lama .konstipasi semakin berat. “Segera periksakan diri ke dokter, terlebih jika dalam keluarga ada riwayat kanker atau tumor usus,” katanya.

Dari sini kita dapat mengetahui bahwa konstipasi kronis yang disertai dengan gejala – gejala tertentu bisa menjadi dugaan mengenai kanker usus ataupun tumor usus. Maka dari itu, pentingnya untuk menjaga kesehatan tubuhagar tershindar dari Susah BAB atau Sembelit.

Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar atau Sembelit

Meningkatkan Asupan Serat

Serat merupakan unsur penting bagi kesehatan pencernaan. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dapat menambah massa kotoran serta membuatnya besar dan lembut. Sehingga, akan mudah dan terjadwal untuk dibuang.

Baca Juga  Makanan Penyebab Usus Buntu Yang Harus Dihindari

Makanan yang mengandung serat diantaranya dari golongan buah, apel, pir, pepaya, pisang dan alpukad. Dari golongan sayuran seperti wortel, bayam dan brokoli. Dari golongan kacang – kacangan berupa kacang merah, kacang hijau dan almond. Yang terahir dari makanan pokok yakni beras merah dan umbi – umbian.

Meningkatkan Konsumsi Cairan

Konsumsi cairan tidak kalah penting dengan serat. Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwasannya lebih dari 50% dari berat badan kita adalah cairan. Kekurangan cairan dapat menyebabkan sembelit serta dehidrasi.

Mengatasi sembelit yang paling mudah yakni dengan memperbanyak menkonsumsi air putih. Dengan mengkonsumsi air putih yang cukup, akan mencuci lambung serta memperlancar proses pembuangan.

Banyak yang mengajurkan untuk minum 6-8 gelas perhari. Namun, kenyataannya itu bukanlah menjadi patokan. Jika aktivitas yang dilakukan berat seperti kuli bangunan, bekerja diruangan ber ac, petani dan lain sebagainya dianjurkan untuk minum lebih dari syarat yang dianjurkan.

Rutin Berolahraga

Solusi susah buang air besar yang terahir adalah rajin berolahraga. Olahraga atau aktivitas fisik merupakan hal yang penting untuk kesehatan. Mungkin efeknya tidak kita rasakan hari ini melainkan dihari tua. Anda dapat membuktikannya kelak bahwa orang yang berolahraga di masa muda akan lebih kuat dan mandiri saat menghadapi hari tuanya.

Selain itu, olahraga juga bertujuan untuk membuang toxic atau racun didalam tubuh. Bisa melalui keringat ataupun pencernaan seperti buang air besar. Jika dirasa anda mengalami sembelit yang berkepanjangan, selain menerapkan kedua cara diatas bisa ditambah dengan olahraga ini. Olahraga yang dianjurkan seperti jogging, jalan santai, bersepeda, renang, bulu tangkis dan olahraga lainnya.

Demikian ulasan mengenaiCara Mengatasi Susah Buang Air Besar atau Sembelit, mudah bukan ? jika anda sudah menerapkan semua cara diatas tetapi tidak kunjung juga terobati sebaiknya untuk melakukan konsultasi kepada dokter terkat. Untuk mendapatkan diagnosis penyakit yang lebih akurat.