Keputihan Saat Hamil  Keputihan Saat Hamil, Normal atau Tidak? Keputihan Saat Hamil

Keputihan Saat Hamil, Normal atau Tidak?

Triyantokun
Total
0
Shares

Kebanyakan calon ibu menginginkan proses kehamilan yang lancar tanpa kendala. Meskipun begitu, beberapa fungsi fisiologis yang mengganggu dapat terjadi terhadap wanita hamil. Ada calon ibu yang merasa mual selama periode waktu tertentu, kondisi emosi yang terus-menerus naik dan turun, atau bahkan mengalami keputihan saat hamil. Terdapat beberapa kondisi yang tidak memiliki dampak negatif terhadap janin dan ibu. Namun, Anda juga patut waspada karena ada juga kondisi yang dapat membahayakan.

 

Wanita hamil merasa was-was ketika tubuh menunjukkan gejala keputihan. Kondisi ini bisa saja merupakan reaksi fisiologis yang wajar, namun dapat juga menjadi pertanda hal lain yang lebih parah. Anda perlu mengetahui seluk-beluk kondisi ini agar dapat melakukan penanganan yang tepat. Penyebab dan cara penanganan keputihan saat hamil akan dibahas secara mendetail dalam artikel ini.

 

Apa Itu Keputihan Saat Hamil, Penyebab, dan Cara Menanganinya?

Penyebab Dan Cara Mengatasi Keputihan  Keputihan Saat Hamil, Normal atau Tidak? Penyebab Dan Cara Mengatasi Keputihan

Keputihan, disebut sebagai leukorrhea dalam bahasa medis, merupakan kondisi di mana vagina wanita mengeluarkan substansi berbentuk cairan. Cairan tersebut biasanya berwujud kental dan berwarna putih maupun kekuningan. Keputihan saat hamil juga merupakan hal yang lazim ditemui. Ada wanita yang mengalaminya dalam kadar sedang, tapi ada juga yang berat. Meskipun begitu, ibu hamil biasanya merasakan ketidaknyamanan, terutama jika proses pengeluaran substansi tersebut terjadi secara sering atau terus-menerus. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebab kondisi ini pada wanita hamil.

 

  1. Perubahan Kadar Hormon Estrogen pada Saat Kehamilan

Pada masa kehamilan, beberapa hormon kewanitaan meningkat kadarnya dalam tubuh calon ibu untuk mempersiapkan tubuhnya saat kelahiran. Salah satu hormon yang dimaksud adalah estrogen. Saat produksi estrogen meningkat, aliran darah yang mengarah ke tulang panggul dan organ kelamin wanita akan meningkat juga. Hal tersebut memberikan stimulasi terhadap membran mukosa yang berada di daerah kelamin. Akibat dari hal tersebut adalah keputihan saat hamil. Terkadang produksi mukosa tersebut berlebihan dan mengganggu kenyamanan ibu hamil.

Baca Juga  Penyebab Pipi Tembem Yang Jarang Diketahui

 

  1. Penyakit Menular Seksual

Penyebab yang lain dari kondisi ini adalah penyakit menular seksual. Beberapa penyakit menular seksual yang lazim dialami oleh orang-orang adalah Chlamydia, gonorrhea, dan sifilis. Penyakit tersebut dapat menular melalui hubungan seksual. Apabila Anda mengalami keputihan saat hamil, ada baiknya jika mengidentifikasi penyebab hal tersebut dengan lebih mendalam.  Bagaimanakah ciri-ciri substansi yang keluar dari vagina? Apakah substansi yang keluar berbau tidak sedap? Apakah warna dari substansi yang keluar bukanlah putih kekuningan seperti biasanya?

 

  1. Infeksi Bakteri

Berbagai jenis bakteri baik biasanya hidup pada tubuh manusia dan membantunya berfungsi secara optimal. Hal ini juga terjadi pada vagina seorang wanita. Bakteri baik pada vagina wanita berfungsi untuk melawan kinerja bakteri jahat. Akan tetapi, pada saat kehamilan sistem tubuh calon ibu mengalami perubahan drastis. Seringkali hal ini menyebabkan berkurangnya jumlah bakteri baik pada vagina dan kadar bakteri jahat yang cenderung meningkat. Infeksi bakteri atau vaginosis bakterialis terjadi karena hal ini.

 

  1. Infeksi Jamur

Infeksi jamur atau candidiasis merupakan salah satu penyebab umum keputihan saat hamil maupun dalam kondisi tidak hamil. Infeksi jamur terjadi ketika keseimbangan jamur dan bakteri di vagina wanita terganggu. Jika hal tersebut terjadi, maka jamur yang disebut candida akan mengalami pertumbuhan pesat dan menimbulkan infeksi. Ketidakseimbangan tersebut dapat disebabkan oleh faktor perubahan konten hormon pada ibu hamil, sistem kekebalan tubuh yang menurun, dan konsumsi antibiotik. Gejala yang ditimbulkan adalah keluarnya substansi putih yang kental namun tidak berbau dari vagina diiringi dengan rasa nyeri saat buang air kecil.

Baca juga : Penyebab dan cara mengatasi keputihan

Keputihan Saat Hamil, Normal atau Tidak?

Keputihan Saat Hamil  Keputihan Saat Hamil, Normal atau Tidak? Keputihan Saat Hamil

Kondisi keputihan saat hamil merupakan hal yang sangat wajar dan akan dialami oleh sebagian besar wanita yang sedang berada dalam fase kehamilan. Akan tetapi jika pengeluaran substansi diiringi dengan rasa sakit di bagian kewanitaan, bau yang tidak sedang, maupun warna abnormal dari substansi yang diekskresi oleh tubuh, maka Anda patut berhati-hati. Jika hal tersebut terjadi, ada baiknya jika berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda secepatnya untuk mendapat penanganan yang tepat.

Baca Juga  Tanaman Obat untuk Kanker Serviks Yang Terbukti Ampuh

 

Ketika keluarnya mukosa dari vagina disebabkan oleh faktor lazim seperti perubahan kadar hormon, infeksi jamur, dan infeksi bakteri maka penanganannya cukup mudah. Apabila kondisi tersebut diperiksakan dengan segera, dokter akan memberikan obat yang aman bagi janin agar infeksi tidak akan menjalar hingga ke rahim. Meskipun gangguan karena alasan-alasan tersebut tergolong ringan, jika penanganan tidak dilakukan secepatnya maka kehamilan Anda bisa terganggu. Kelahiran prematur merupakan salah satu akibat yang terjadi ketika infeksi bakteri tidak ditangani dengan serius.

 

Keputihan saat hamil dapat menjadi berbahaya ketika hal tersebut merupakan gejala dari adanya penyakit menular seksual. Virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit tersebut dapat ditransfer ke janin melalui plasenta. Persalinan prematur juga merupakan kemungkinan ketika ibu hamil menghadapi hal ini. Setelah melahirkan, bukan tidak mungkin jika infeksi rahim terjadi dan menimbulkan komplikasi di masa depan. Ibu hamil tidak disarankan untuk mengambil inisiatif sendiri ketika mengobati kondisi ini karena tindakan yang gegabah dapat mengganggu kesehatan janin dan calon ibu.

 

Gejala keputihan saat hamil yang berbahaya bagi calon ibu salah satunya adalah produksi mukosa atau lender terlampau banyak dan berbentuk cair. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh pecahnya ketuban. Selain itu, apabila lendir hasil ekskresi vagina disertai dengan bercak cokelat atau kemerahan ketika usia kandungan di bawah HPL, ada kemungkinan terjadinya keguguran atau persalinan dini. Ibu hamil juga patut mewaspadai jika lendir selalu keluar setelah melakukan hubungan suami istri. Rasa sakit yang muncul saat buang air kecil juga patut ditelisik lebih jauh karena bisa saja terjadi infeksi pada kandung kemih maupun vagina Anda.

Baca Juga  Cara Mengobati Ambien atau Wasir Tanpa Operasi Secara Alami

 

Berikut ini merupakan cara untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat ekskresi mukosa dari vagina saat kehamilan.

  1. Menggunakan celana dalam dari bahan katun dan menggantinya secara berkala untuk mengurangi kelembapan daerah vagina.
  2. Menghindari penggunaan zat-zat kimia seperti semprotan, sabun, dan tisu basah di vagina karena dapat mengganggu keseimbangan pH di daerah kewanitaan tersebut.
  3. Menghindari penggunaan tampon dan memakai panty liner atau pembalut yang diganti secara berkala untuk menghindari kelembapan yang berlebihan.
  4. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang selama proses kehamilan guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah perkembangan patogen jahat.
  5. Mengonsumsi yoghurt organik yang dibuat dengan cara alami selama proses kehamilan untuk melawan perkembangan bakteri jahat.

 

Setelah membaca artikel ini, tentunya Anda memahami bahwa keputihan saat hamil merupakan hal yang tidak nyaman namun cukup normal bagi calon ibu. Akan tetapi, ketika abnormalitas muncul seiring dengan ekskresi lendir dari daerah kewanitaan, Anda harus segera berkonsultasi dengan ahli untuk memperoleh penanganan yang tepat. Ingat, kesehatan bayi dan calon ibu menjadi hal yang dipertaruhkan di sini!

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Mengenal Lebih Dalam 3 Jenis Posisi Bayi Dalam Kandungan  Mengenal Lebih Dalam 3 Jenis Posisi Bayi Dalam Kandungan Mengenal Lebih Dalam 3 Jenis Posisi Bayi Dalam Kandungan

Mengenal Lebih Dalam 3 Jenis Posisi Bayi Dalam Kandungan

Memiliki buah hati tentu menjadi dambaan tiap pasangan. Tidak heran jika kehamilan selalu menjadi momen spesial untuk siapapun, baik kehamilan pertama atau kehamilan selanjutnya. Tentunya setiap Ibu hamil selalu berusaha…
View Post
Ciri ciri kemandulan  Ciri Ciri Wanita Mandul Sebelum Menikah Yang Harus Diketahui Ciri ciri kemandulan

Ciri Ciri Wanita Mandul Sebelum Menikah Yang Harus Diketahui

Ciri Ciri Wanita Mandul – Kemandulan atau Infertilitas dalam bahasa medis merupakan sebuah gangguan terhadap sistem reproduksi. Kemandulan dapat menyerang siapa saja, baik laki – laki ataupun perempuan. Namun, dalam…
View Post
Berat badan ideal  cara menambah berat badan secara sehat Berat badan ideal

cara menambah berat badan secara sehat

cara menambah berat badan secara sehat – Berat badan merupakan masalah yang sedikit kompleks, berat badan yang berlebihan akan mendapatkan atau rentan terhadap penyakit yang dipengaruhi oleh obesitas. Begitu pula…
View Post