Mengenal Lebih Dalam 3 Jenis Posisi Bayi Dalam Kandungan

Mengenal Lebih Dalam 3 Jenis Posisi Bayi Dalam Kandungan

chibenk
Total
Shares

Memiliki buah hati tentu menjadi dambaan tiap pasangan. Tidak heran jika kehamilan selalu menjadi momen spesial untuk siapapun, baik kehamilan pertama atau kehamilan selanjutnya. Tentunya setiap Ibu hamil selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk si janin di dalam perut. Salah satu informasi yang butuh diketahui oleh para Ibu hamil yakni tentang jenis posisi bayi dalam kandungan.

 

Selama masa kehamilan, Ibu hamil akan merasakan berbagai macam pergerakan bayi di kandungan dimana akan selalu berubah posisi. Posisi bayi dalam kandungan ini penting sekali, apalagi sudah mendekati masa persalinan. Semenjak janin mulai masuk bulan keempat, para Ibu hamil akan kian merasakan pergerakan bayi misalnya menendang, ada gerakan tubuh atau bahkan janin seolah berputar-putar.

 

3 Jenis Posisi Bayi Dalam Kandungan yang Harus Diketahui Ibu Hamil

Perlu diketahui jika pada trimester kedua kehamilan, posisi bayi cenderung akan terus berubah sesuai aktifnya janin di dalam kandungan. Ketika minggu-minggu persalinan sudah mendekat, posisi bayi ini sangat penting karena akan tentukan proses kelahiran nantinya. Posisi bayi dalam kandungan ketika sudah dekat dengan waktu melahirkan ini nantinya akan mempengaruhi pada cepat atau lambatnya persalinan yang terjadi pada Ibu hamil. Berikut ini beberapa posisi janin di dalam kandungan yang perlu Anda tahu:

 

1.     Posisi anterior

Posisi bayi dalam kandungan yang pertama disebut sebagai posisi anterior. Posisi ini juga kerap disebut dengan posisi ideal bayi atau ketika bayi di tempat terbaiknya. Untuk posisi anterior ini, bagian kepala bayi ada di bagian rahim bawah, tepatnya di dekat leher rahim. Posisi bayi juga menghadap ke bagian tulang belakang Ibu. Janin akan berlutut dan bertumpu di kedua tangannya. Posisi ini akan mempermudah saat proses crowning dimana bayi akan bisa lebih mudah dikeluarkan dari rahim Ibu saat proses melahirkan berjalan.

 

Ketika bayi ada di posisi anterior ini, postur tubuh bayi akan menyesuaikan lengkungan panggul dari sang Ibu. Hal ini pun akan bisa menjadikan bayi lebih mudah bergerak ke jalan lahir di bagian bawah. Waktu yang dibutuhkan cukup singkat dalam proses ini sehingga Ibu tak perlu banyak mengejan karena posisi anterior sudah pada posisi terbaik.

 

Saat bayi sudah ada di bagian bawah panggul Ibu, maka nantinya dengan sendirinya bagian kepala bayi akan memutar sejajar pada bagian terlebar panggul Ibu. Jika proses ini sudah berlangsung, maka bagian kepala dari bayi kemudian akan bergeser ke bagian bawah di tulang pubis yang menjadikan bayi ketika lahir wajahnya akan mengarah ke perineum yakni bagian yang ada di antara anus dan vagina. Karena kemudahan prosesnya inilah yang menjadikan posisi bayi dalam kandungan anterior menjadi posisi terbaik sehingga proses melahirkan bisa semakin cepat.

 

2.     Posisi posterior

Posisi posterior menjadi posisi bayi dalam kandungan selanjutnya. Posisi posterior adalah posisi dimana kepala bayi ada di bagian perut bawah Ibu yang dekat dengan leher rahim. Untuk bagian punggung dan belakangnya mengarah pada tulang belakang Ibu. Di posisi ini, letak tengkorak pada bayi sangat dekat dengan tulang belakang Ibu sehingga menjadikan rasa kurang nyaman akan dirasakan.

 

Bayi akan kian menjauh dari tulang belakang Ibu sehingga hal inilah yang menjadikan Ibu merasa sakit. Jika bayi ada di posisi ini, maka cairan ketuban di dalam rahim bisa cepat pecah ketika proses melahirkan berjalan pada awalnya. Rasa tak nyaman akan kian berlanjut ketika bayi sudah ada di bagian dasar panggul. Hal ini lantaran di posisi bayi dalam kandungan posterior ini akan menjadikan bayi harus susah payah bisa berputar sebesar 180 derajat sehingga bisa segera keluar lewat jalan lahir Ibu.

 

Proses perputaran inilah yang biasanya makan waktu cukup lama. Jika bayi tidak bisa berputar atau berubah posisi, maka proses persalinan akan bisa kian lambat. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka dokter kandungan harus turun tangan sehingga bisa lakukan berbagai penanganan medis yang cepat.

 

3.     Posisi sungsang

Posisi bayi dalam kandungan yang terakhir adalah posisi sungsang. Posisi sungsang merujuk pada posisi dimana pantat bayi ada di bagian rahim bawah atau mendekati dengan leher rahim. Kepala bayi ada di bagian rahim atas. Umumnya ketika posisi sungsang terjadi saat wanita baru hamil pertama kali, maka posisi ini bisa berubah ke posisi anterior ketika nantinya hamil sudah mencapai 8 bulan. Kemungkinannya sangat besar yakni mencapai 96 persen.

 

Posisi sungsang pada bayi ini pun terbagi dalam 3 jenis posisi yaitu Frank Breech dimaka ketika posisi bokong bayi dekat dengan jalan lahir. Kondisi tungkai dari bayi sejajar dengan tubuh dan kaki yang terletak di dekat kepala. Selain itu, ada juga posisi bayi dalam kandungan sungsang complete breech dimana bokong bayi menghadap bawah. Tungkainya tertekuk dengan kedua kaki terletak pada bagian dekat bokong. Posisi terakhir yakni footling breech yakni salah satu kaki bayi ada di bagian bawah bokong. Ketika proses melahirkan, kaki ini lebih dulu keluar dan diikuti tubuh keseluruhan bayi keluar.

 

Umumnya kondisi bayi sungsang baru bisa dipastikan di minggu 35 atau 36 dari masa kehamilan. Perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan juga ultrasonografi. Meski memang terjadi di banyak kasus kehamilan, namun penyebab terjadinya posisi bayi menjadi sungsang ini belum bisa dipastikan sampai saat ini. Beberapa kemungkinan faktor yang bisa menjadikan posisi bayi sungsang misalnya kondisi rahim yang terlalu sedikit atau bahkan terlalu banyak air ketuban, kelainan pada bentuk rahim, kehamilan bayi kembar atau bukan kelahiran pertama. Faktor kelahiran prematur juga bisa jadi sebab bayi ada di posisi sungsang ini.

 

Sebetulnya bayi sungsang tetap bisa dilahirkan secara normal. Namun, kondisi ini biasanya bisa tingkatkan risiko kesehatan pada bayi nantinya misalnya kecacatan sampai bayi meninggal. Umumnya untuk bisa memperbaiki posisi bayi yang sungsang bisa dilakukan dengan external cephalic version. Tindakan ini bisa dilakukan oleh bidan hingga dokter yang sudah terlatih dengan mencoba memutar posisi bayi di kandungan lewat pijatan atau penekanan di bagian permukaan perut Ibu. Akan tetapi, metode ini tidak bisa dilakukan jika bayi yang dilahirkan adalah kembar. Apabila metode ini gagal, maka tindakan yang paling tepat adalah dengan melakukan operasi caesar untuk keamanan Ibu dan bayi.

 Baca juga : Tips cepat hamil untuk pasangan baru

Dengan mengetahui tentang beberapa posisi bayi dalam kandungan, maka diharapkan para Ibu hamil lebih bisa menjaga diri dan bayi yang dikandung. Ibu hamil disarankan untuk senantiasa memeriksakan dirinya ke dokter kandungan ataupun bidan secara teratur sesuai rekomendasi. Hal ini dilakukan demi bisa terus memantau kondisi bayi dan posisinya. Dengan demikian, dokter akan bisa tentukan rencana persalinan yang paling tepat untuk kondisi yang dialami pada Ibu hamil tersebut. Diharapkan nantinya bayi bisa lahir sehat dan Ibu pun selamat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Cara Menghilangkan Tinta Bekas Sulam Alis

Cara Menghilangkan Tinta Bekas Sulam Alis

Cara Menghilangkan Tinta Bekas Sulam Alis – Alis adalah rambut halus yang tumbuh dibagian atas mata. Fungsi alis yakni untuk melindungi mata dari keringat atau zat yang lainnya yang turun…
View Post
Makanan Penyebab Usus Buntu Yang Harus Dihindari

Makanan Penyebab Usus Buntu Yang Harus Dihindari

Makanan Penyebab Usus Buntu – Usus buntu atau yang sering disebut umbai cacing merupakan salah satu bagian dari organ pencernaan tepatnya terletak di bagian usus besar. Dianamakan usus buntu, karena…
View Post
Asupan Makanan Untuk Menambah Berat Badan Janin

Ciri Ciri Orang Hamil Yang Paling Akurat

Ciri Ciri Orang Hamil Yang Paling Akurat – Kehamilan merupakan hal yang paling dinantikan oleh pasangan suami istri apalagi yang baru menikah. Setelah mengandung selama kurang lebih 9 bulan, kemudian…
View Post
Berat badan ideal

cara menambah berat badan secara sehat

cara menambah berat badan secara sehat – Berat badan merupakan masalah yang sedikit kompleks, berat badan yang berlebihan akan mendapatkan atau rentan terhadap penyakit yang dipengaruhi oleh obesitas. Begitu pula…
View Post
Ciri ciri kemandulan

Ciri Ciri Wanita Mandul Sebelum Menikah Yang Harus Diketahui

Ciri Ciri Wanita Mandul – Kemandulan atau Infertilitas dalam bahasa medis merupakan sebuah gangguan terhadap sistem reproduksi. Kemandulan dapat menyerang siapa saja, baik laki – laki ataupun perempuan. Namun, dalam…
View Post
Asupan Makanan Untuk Menambah Berat Badan Janin

Asupan Makanan Untuk Menambah Berat Badan Janin

Asupan Makanan Untuk Menambah Berat Badan Janin – Mendapatkan momongan merupakan impian bagi para pasangan yang setelah melakukan pernikahan. Ibu yang sehat mencerminkan kondisi janin yang dikandungnya. Maka dari itu,…
View Post